Gencatan Senjata Antara As dengan Iran Merupakan Kemenangan Untuk Kemanusiaan

Berita291 Dilihat

Oleh Yus Dharman,SH.,MM ,M.Kn
Advokat/Ketua Dewan Pengawas FAPRI (Forum Advokat & Pengacara Republik Indonesia)

DetikSR.id Jakarta – Setelah perang AS+Israel lawan Iran selama +- 6 minggu yang dimulai dari 28 februari 2026,
Disusul pemecatan KASAD Jenderal Randy George dan 10 Jenderal lain nya di kubu Angkatan Bersenjata Amerika Serikat karena menentang invasi darat ke Iran ditambah Demo besar di beberapa Negara bagian dan desakan keras dari kongres serta tidak adanya dukungan dari NATO.

Akhirnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump hands off, mengumumkan genjatan senjata selama 2 (dua) minggu dengan Iran,
Terhitung sejak tanggal 8 april 2026 sampai dengan tanggal 23 april 2026,

Trump menyatakan alasan AS mengumumkan genjatan senjata, karena telah mencapai dan melampaui semua tujuan militer sejak operasi dimulai 28 Februari 2026, sehingga gencatan senjata menjadi langkah logis,

Namun Kurang dari 24 jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Donald Trump dan Iran,

Dinodai serangan udara bertubi-tubi Israel di Lebanon yang terjadi hampir bersamaan dengan kesepakatan tersebut yang menewaskan ratusan warga sipil dan melukai lebih dari seribu orang, laporan dari otoritas setempat, yang di respon Republik Islam Iran dengan menutup kembali Selat Hormuz.

Di sisi lain, Washington tetap mendesak Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz, menegaskan bahwa penutupan jalur strategis itu tidak dapat diterima dalam kondisi apa pun, sambil menambah komplexitas dengan mendukung pernyataan PM Israel benyamin netanyahu yang mengatakan bahwa operasi Israel di Lebanon merupakan “pertempuran terpisah” dan tidak termasuk dalam kerangka gencatan senjata dengan Iran.

apapun alasan nya perang harus segera di hentikan dan siapapun yang menang atau kalah, sudah tidak penting lagi, prioritasnya adalah penyelamatan kemanusiaan.

Jika masing-masing pemimpin mengedepankan ego sektoral, ekskalasi perang meninggi, yang di takutkan bom nuklir di jatuhkan disalah satu kota, dibalas dengan bom nuklir lain, dampaknya akan menciptakan kerusakan dan pemusnaan massal.

Kehancuran terjadi dalam hitungan detik, Kota akan luluh lantak, ratusan ribu hingga jutaan jiwa akan musnah dalam sekejap, jaringan listrik, internet, penerbangan, perbankan lumpuh total, komunikasi terputus total, ATM lumpuh,mobilitas yang mengandalkan listrik dan elektronik lumpuh, manusia kembali ke zaman batu namun dengan lingkungan yang rusak parah tercemar radiasi nuklir.

Dalam jangka panjang, dampak radiasi nya akan menyebar jauh terbawa aliran air dan udara ke seluruh dunia, akan membunuh makhluk hidup secara pelan-pelan, akibatnya akan sangat banyak manusia termasuk kita yang tidak tau apa-apa berpotensi menjadi korban.

Oleh sebab itu, berhentilah perang, daripada menang jadi arang kalah jadi abu.(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *