Menpora Erick Thohir Dorong Pramuka Jadi Pilar Penguatan Karakter Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Olahraga61 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir mendorong Gerakan Pramuka untuk mengambil peran yang semakin strategis dalam membentuk karakter, mental kepemimpinan, serta kepedulian sosial generasi muda Indonesia sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan Erick Thohir saat membacakan amanat Presiden RI Prabowo Subianto dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus Jambore Nasional ke-XII di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta, pada 14 Agustus 2026.

Dalam amanat tersebut, Erick menegaskan bahwa Gerakan Pramuka tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan sekolah. Lebih dari itu, Pramuka harus menjadi bagian penting dari sistem pendidikan karakter dan pembentukan generasi muda yang memiliki integritas, semangat kebangsaan, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

“Pramuka harus menjadi bagian penting dari pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia,” kata Erick dalam keterangan resminya, pada (15/8/2026).

Menurut Erick, generasi muda yang saat ini aktif dalam Gerakan Pramuka merupakan bagian penting dari generasi yang akan menentukan arah perjalanan Indonesia menuju tahun 2045.

Karena itu, para anggota Pramuka didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui proses belajar, latihan, pengalaman, dan kegiatan yang membangun jiwa kepemimpinan.

“Indonesia Emas 2045 adalah masa depan kalian. Bapak Presiden berpesan agar adik-adik Pramuka terus belajar, berlatih, berkarya, dan menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.

Erick menuturkan terdapat tiga karakter utama yang perlu dimiliki generasi muda Indonesia dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, yakni patriotik, gigih, dan berempati.

Ketiga karakter tersebut, kata dia, telah menjadi bagian dari Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang disusun oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Karakter patriotik diperlukan agar generasi muda memiliki rasa cinta Tanah Air, menjaga persatuan, serta memiliki kesadaran untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, sikap gigih dibutuhkan agar pemuda mampu menghadapi berbagai tantangan, tidak mudah menyerah, dan terus berupaya mengembangkan potensi diri.
Adapun karakter berempati penting untuk membangun generasi yang memiliki kepedulian terhadap sesama, lingkungan, serta berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

“Karakter tidak terbentuk dalam satu hari dan tidak cukup hanya melalui pelajaran di dalam kelas,” ujar Erick.

“Pembentukan karakter terjadi melalui latihan, pengalaman, keteladanan, dan lingkungan yang baik sejak bangku sekolah hingga perguruan tinggi,” lanjutnya.

Dalam konteks tersebut, Gerakan Pramuka dinilai memiliki posisi strategis karena kegiatan kepanduan memberikan ruang kepada generasi muda untuk belajar melalui pengalaman langsung.

Berbagai aktivitas seperti perkemahan, kerja sama kelompok, kegiatan sosial, pelatihan kepemimpinan, hingga pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan gotong royong.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, Erick menilai tantangan pembentukan karakter generasi muda semakin kompleks. Kemajuan teknologi memberikan banyak peluang bagi pemuda untuk belajar dan berkarya, tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa derasnya informasi, perubahan pola interaksi sosial, serta berbagai pengaruh yang dapat membentuk perilaku generasi muda.

Karena itu, Gerakan Pramuka dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepanduan.
Nilai-nilai seperti disiplin, gotong royong, kemandirian, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial dinilai tetap relevan, bahkan semakin dibutuhkan di tengah perubahan lingkungan sosial dan teknologi yang berlangsung cepat.

Adaptasi tersebut dapat dilakukan dengan memperluas pemanfaatan teknologi dalam kegiatan kepramukaan, meningkatkan literasi digital, serta menciptakan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter generasi muda saat ini.

Dengan demikian, Pramuka diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya membentuk kemampuan fisik dan keterampilan praktis, tetapi juga membangun kecakapan berpikir, kemampuan berkolaborasi, kreativitas, serta ketahanan mental generasi muda.

Untuk memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam pembangunan karakter pemuda, pemerintah juga mendorong sinergi lintas kementerian dan lembaga.

Kolaborasi tersebut, antara lain, melibatkan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Sinergi antarkementerian diperlukan agar pendidikan karakter tidak berjalan secara terpisah, melainkan menjadi bagian yang saling melengkapi antara pendidikan formal, kegiatan kepemudaan, dan pengalaman sosial di masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, Gerakan Pramuka diharapkan semakin terintegrasi dengan agenda pembangunan sumber daya manusia Indonesia, khususnya dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi sekaligus karakter kuat.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional ke-XII pun menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen tersebut.

Kegiatan kepramukaan diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas kepanduan, tetapi berkembang menjadi ruang pembelajaran dan pembentukan karakter yang relevan dengan tantangan zaman.

Pada akhirnya, keberhasilan menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi, teknologi, dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi penggeraknya.

Dalam hal ini, Gerakan Pramuka diharapkan dapat terus mengambil peran dalam melahirkan generasi muda Indonesia yang patriotik, gigih, berempati, berintegritas, serta mampu menjadi pemimpin yang membawa bangsa menuju masa depan yang lebih maju dan berdaya saing.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *