Peringati Isra Miraj dan Haul ke 7 Ibu Namah, Majelis Taklim Daarul Musthofa Salak Putih Adakan Tausiah dan Tawaqufan

Berita356 Dilihat

DetikSR.id Jakarta – Majelis Taklim Daarul Musthofa Salak putih mengadakan peringatan Isra Miraj dan haul ketujuh Ibu Namah Binti H. Sadih, yang juga meliputi tawaqufan. Acara ini berlangsung di Aula Majelis Daarul Musthofa, yang terletak di Jalan Salak Putih, Paku Jaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan, pada Jumat malam, 6 Februari 2026.

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangerang Selatan, Ust. DR. H. Abdul Rozak, M.Ag., yang juga menyampaikan tausiah.

Ust Abdul Rozak dalam tausiahnya mengajak umat Muslim, khususnya warga Bojong, dan umat Muslim pada umumnya, untuk memelihara toleransi dan harmoni dalam kehidupan beragama.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa peringatan Isra Miraj hendaknya dijadikan momentum untuk introspeksi diri dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT, dengan menjalankan shalat lima waktu dan berbuat baik kepada sesama, baik Muslim maupun non-Muslim.

Ust Abdul Rozak juga mengajak seluruh umat Muslim untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan yang akan datang dan tidak menodainya dengan hal-hal negatif.

Ust. Amil Martin Lesmana, Pimpinan Majelis Taklim Daarul Musthofa, menyampaikan, “Mari kita ciptakan suasana yang kondusif, sambut bulan puasa ini dengan penuh sukacita, isi dengan kegiatan positif, perbanyak membaca Al-Qur’an, dan jangan tinggalkan shalat Tarawih, karena shalat Tarawih hanya ada setahun sekali.”

Pimpinan sekaligus pengasuh Majelis Taklim Daarul Musthofa, Ust. Amil Martin Lesmana, menyatakan bahwa majelis ini telah berdiri sejak empat tahun lalu, tepatnya pada tahun 2021. Beliau menjelaskan bahwa sebelum majelis ini berdiri, telah ada pengajian dari rumah ke rumah. Menurutnya, kegiatan pengajian dari rumah ke rumah kurang kondusif, sehingga beliau berinisiatif membangun gedung untuk kegiatan majelis taklim.

“Sebelumnya sudah ada pengajian serupa yang dilakukan dari rumah ke rumah. Namun, saya melihat kegiatan pengajian seperti ini kurang kondusif karena tempatnya terkadang kurang memadai. Sebagai pengasuh, saya berinisiatif untuk membangun gedung sebagai tempat kegiatan majelis taklim,” ujarnya.

Tujuan dibentuknya Majelis Taklim Daarul Musthofa adalah untuk memberantas kekurangan pengetahuan tentang ilmu agama. Menurutnya, keberadaan Majelis Taklim Daarul Musthofa diharapkan dapat menjadi wadah untuk belajar ilmu agama. “Karena belajar itu tidak mengenal usia, asalkan ada tekad untuk belajar,” tambahnya.

Ust Martin juga berharap agar para santri yang telah belajar dapat istiqomah dan memanfaatkan ilmunya untuk kemaslahatan umat. Ia juga mengajak masyarakat yang belum bergabung untuk mengikuti jejak teman-teman mereka yang sudah bergabung dalam belajar ilmu agama.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *