Pramono Resmikan Wajah Baru H.R. Rasuna Said, Optimistis Jadi Landmark Baru Jakarta

Berita80 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kawasan Jalan H.R. Rasuna Said di Jakarta Selatan kini tampil dengan wajah baru setelah rampung ditata secara menyeluruh oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Penataan koridor utama sepanjang 3,8 kilometer tersebut ditandai dengan peresmian yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada (21/6/2026).

Pramono optimistis wajah baru Jalan H.R. Rasuna Said akan menjadi salah satu ikon sekaligus landmark baru ibu kota. Kawasan yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pusat bisnis dan perkantoran itu kini tampil lebih rapi, tertata, dan ramah bagi pejalan kaki.

“Saya yakin jalan ini akan menjadi landmark baru Jakarta.
Sekarang kawasan ini jauh lebih tertata dan rapi. Bahkan, di ujung jalan terdapat anggrek yang dipasang secara khusus,” ujar Pramono saat peresmian di kawasan Halte Setiabudi Integritas.

Penataan Jalan H.R. Rasuna Said mencakup berbagai aspek infrastruktur dan estetika kawasan. Salah satu perubahan paling mencolok adalah pembongkaran 109 tiang monorel yang selama bertahun-tahun berdiri terbengkalai di sepanjang koridor jalan.

Selain itu, pemerintah juga melakukan perbaikan dan pelebaran trotoar, penyesuaian elevasi jalur cepat dan jalur lambat, serta penataan lanskap untuk menciptakan kawasan yang lebih nyaman dan modern.

Proyek penataan ini menghabiskan anggaran sekitar Rp91 miliar dan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas ruang publik di Jakarta.

Dengan hilangnya tiang-tiang monorel yang selama ini dianggap mengganggu estetika kota, koridor Rasuna Said kini terlihat lebih terbuka dan tertata. Kehadiran ruang hijau serta elemen dekoratif seperti tanaman anggrek di sejumlah titik diharapkan semakin memperkuat identitas kawasan tersebut.

Peresmian penataan kawasan juga dibarengi dengan peluncuran nama baru Halte Setiabudi Integritas. Penamaan halte tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nama “Integritas” dipilih sebagai simbol penguatan nilai-nilai antikorupsi dan budaya integritas yang ingin dihadirkan di ruang publik strategis ibu kota.

Menurut Pramono, kehadiran simbol integritas di kawasan pusat bisnis Jakarta diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat maupun pelaku usaha mengenai pentingnya tata kelola yang bersih dan transparan.

Pramono menegaskan bahwa penataan kawasan Halte Setiabudi Integritas tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh pembiayaan dilakukan melalui skema pembiayaan kreatif berupa hak penamaan atau naming rights serta dukungan iklan.

“Pembiayaannya sepenuhnya berasal dari naming rights dan iklan yang ada. Ini cara Jakarta membangun kotanya, tidak semata-mata bergantung pada APBD. Kami memberikan kesempatan melalui naming rights,” kata Pramono.

Menurutnya, model pembiayaan tersebut menjadi salah satu inovasi yang memungkinkan pembangunan fasilitas publik tetap berjalan tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, mengungkapkan bahwa proses pembongkaran 109 tiang monorel yang menjadi bagian penting dari proyek penataan berhasil diselesaikan dalam waktu satu bulan.
“Selanjutnya, kami melakukan penataan Jalan Rasuna Said beserta trotoarnya,” ujar Heru.

Pembongkaran tersebut dinilai sebagai langkah penting untuk menghilangkan jejak proyek monorel yang mangkrak selama bertahun-tahun sekaligus membuka ruang bagi penataan kawasan yang lebih modern dan fungsional.

Penataan kawasan Jalan H.R. Rasuna Said juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikan proyek ini sebagai simbol transformasi kota menuju metropolitan yang lebih maju, nyaman, dan berkelanjutan.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta sekaligus Ketua Panitia HUT ke-499 Jakarta, Suharini Eliawati, mengatakan penataan kawasan tersebut mencerminkan berbagai capaian pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Melalui penataan kawasan, penguatan budaya peduli lingkungan, serta pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, kami ingin menghadirkan kota yang semakin nyaman, modern, dan berdaya saing bagi seluruh warga,” kata Suharini.

Dengan selesainya penataan koridor H.R. Rasuna Said, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kawasan tersebut tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi wajah baru ibu kota yang mencerminkan semangat transformasi, keberlanjutan, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *