YGHS dan ARENAS Prabowo 08 Dukung Pembenahan MBG Tekankan Kualitas dan Tata Kelola, Wujudkan Program Gizi Yang Berkualitas

Berita75 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Ketua Umum Yayasan Generasi Hebat Sejahtera (YGHS) sekaligus Ketua Umum ARENAS Prabowo 08, KRAy Intan Dewi Rumbinang, S.E., S.H., CPLA, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pembenahan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dilakukan Kepala Nanik S. Deyang.

Menurutnya, evaluasi dan perbaikan tata kelola program merupakan langkah strategis untuk memastikan MBG berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Dalam keterangannya di Jakarta, KRAy Intan menilai keberanian pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program patut diapresiasi.

Ia menegaskan bahwa program yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah tersebut harus dibangun di atas sistem yang kuat agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pembenahan ini sangat penting agar Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi program populis jangka pendek, tetapi benar-benar menjadi fondasi pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kami melihat ada keberanian untuk melakukan evaluasi total terhadap tata kelola MBG. Ini langkah penting agar program besar negara tidak berjalan asal cepat, tetapi benar-benar tepat sasaran, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar KRAy Intan, dalam keterangannya di Jakarta, pada (5/6/2026).

Menurutnya, sejumlah arah kebijakan yang disampaikan Kepala BGN menunjukkan pendekatan yang lebih realistis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Fokus program tidak lagi semata-mata mengejar jumlah penerima manfaat, melainkan memastikan kualitas layanan yang diterima masyarakat sesuai standar gizi dan kesehatan.

Beberapa aspek pembenahan yang mendapat perhatian serius antara lain penekanan pada kualitas makanan dibanding sekadar kuantitas penerima, prioritas pelaksanaan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), penguatan layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita, hingga moratorium sementara pembangunan dapur baru guna mengevaluasi tata kelola yang telah berjalan.

Selain itu, upaya efisiensi anggaran melalui kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia juga dinilai sebagai langkah yang tepat untuk menjaga keberlanjutan program tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

KRAy Intan menegaskan bahwa program dengan skala nasional seperti MBG harus dijaga dari berbagai potensi permasalahan, mulai dari pemborosan anggaran, lemahnya pengawasan distribusi, hingga praktik-praktik yang dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap program pemerintah.

“Program rakyat jangan hanya besar di angka dan seremonial, tetapi lemah dalam kualitas pengawasan. Negara harus memastikan makanan yang diterima masyarakat benar-benar layak, bergizi, higienis, dan tepat sasaran,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan yang ketat terhadap rantai distribusi bahan pangan serta operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Menurutnya, penguatan sistem pengawasan sejak awal menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan program.

“Kalau tata kelola tidak diperkuat sejak awal, maka program sebesar apa pun berpotensi menimbulkan masalah baru. Karena itu evaluasi menyeluruh yang dilakukan BGN harus didukung semua pihak,” katanya.

Sebagai bagian dari komunitas 98 Resolution Network, KRAy Intan berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berkembang menjadi gerakan nasional yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk koperasi, pelaku UMKM, yayasan sosial, komunitas, dan relawan daerah secara sehat, transparan, dan akuntabel.

Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam ekosistem program akan memperkuat efektivitas pelaksanaan sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah.

“Kita ingin MBG menjadi simbol keberpihakan negara kepada rakyat kecil, bukan sekadar proyek administratif. Masa depan generasi Indonesia tidak boleh dipertaruhkan dengan tata kelola yang lemah,” tutupnya.

Dukungan dari YGHS dan ARENAS Prabowo 08 tersebut menambah dorongan bagi upaya reformasi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *