Buka Perprov DKI Jakarta 2026, Pramono Anung Dorong Atlet Pelajar Tembus PON Hingga Asian Games

Berita82 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong para atlet pelajar yang berlaga dalam Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Perprov) DKI Jakarta 2026 untuk tidak berhenti pada prestasi di level pelajar.

Ia berharap ajang tersebut menjadi langkah awal bagi lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Jakarta hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Harapan tersebut disampaikan Pramono Anung saat membuka secara resmi Perprov DKI Jakarta 2026 di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, pada (31/8/2026).

Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa para atlet pelajar yang mengikuti Perprov merupakan bagian penting dari proses pembinaan olahraga di Ibu Kota. Menurutnya, kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga momentum untuk menemukan dan menyeleksi bibit-bibit atlet terbaik yang berpotensi berkembang menjadi atlet berprestasi di masa depan.

“Saya menaruh harapan kepada Saudara-saudara sekalian untuk menjadi atlet tidak hanya pada tingkat pelajar, suatu hari menjadi atlet kebanggaan Jakarta, baik di PON, nantinya di SEA Games, Asian Games, bahkan di dunia,” kata Pramono dalam sambutannya.

Pramono menilai pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan dan terarah sejak usia pelajar. Para atlet yang menunjukkan kemampuan dan prestasi dalam Perprov diharapkan dapat memperoleh pembinaan lebih lanjut sehingga mampu meningkatkan kapasitas serta daya saingnya ketika memasuki level senior.

Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan seorang atlet menuju level nasional maupun internasional membutuhkan proses panjang, mulai dari pembinaan, pelatihan yang konsisten, kompetisi berjenjang, hingga dukungan dari pemerintah dan organisasi olahraga.

Lebih lanjut, Pramono mengatakan para atlet pelajar yang tampil dalam Perprov DKI Jakarta 2026 dipersiapkan untuk mengikuti proses pembinaan dan seleksi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

PON 2028 dijadwalkan digelar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan sebagian pertandingan juga akan berlangsung di Jakarta.

Karena itu, Pramono meminta jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta menyiapkan program pembinaan secara serius.

Ia berharap Jakarta mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasinya pada ajang olahraga nasional tersebut.

“Saya yakin, dan saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga dan juga KONI Jakarta, Pemerintah DKI Jakarta mempersiapkan betul untuk Jakarta bisa menjadi juara umum PON tahun 2028,” ujarnya.

Target tersebut, kata Pramono, membutuhkan persiapan sejak jauh hari, termasuk dengan melakukan pemetaan terhadap atlet potensial yang saat ini masih berada pada jenjang pelajar.

Menurutnya, keberhasilan Jakarta menjadi juara umum tidak hanya ditentukan oleh atlet yang sudah berada di level senior. Regenerasi atlet menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan prestasi olahraga Jakarta dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pramono kembali menekankan bahwa Perprov DKI Jakarta bukan sekadar kompetisi antarpelajar. Ajang tersebut menjadi bagian dari sistem pembinaan olahraga sekaligus sarana untuk mengidentifikasi atlet-atlet muda yang memiliki potensi untuk dikembangkan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Ajang ini bukan hanya sekadar pertandingan, tapi ini adalah ajang untuk mengetahui, melihat, menyeleksi atlet-atlet terbaik dari pelajar yang ada di Jakarta,” ungkapnya.

Dengan adanya kompetisi yang berlangsung secara terukur dan kompetitif, pemerintah diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai potensi atlet di masing-masing cabang olahraga. Atlet yang memiliki performa terbaik selanjutnya dapat diarahkan mengikuti pembinaan dan kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.

Pramono juga mengajak para atlet untuk menjadikan Perprov sebagai pengalaman penting dalam membangun mental bertanding, disiplin, sportivitas, dan semangat untuk terus berkembang.

Sementara itu, Kepala Dispora DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan Perprov DKI Jakarta 2026 berlangsung selama enam hari, mulai 31 Agustus hingga 5 September 2026.

Pertandingan digelar di sejumlah lokasi olahraga yang tersebar di wilayah Jakarta. Ajang tersebut melibatkan atlet pelajar dari lima wilayah kota administrasi serta Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

“Perprov DKI Jakarta 2026 diikuti sebanyak 1.247 peserta, yang terdiri atas 1.049 atlet pelajar dan 198 pelatih,” kata Andri.

Menurutnya, keikutsertaan ribuan peserta tersebut menunjukkan tingginya antusiasme dan potensi pembinaan olahraga pelajar di Jakarta.

Para peserta akan bersaing sekaligus menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam cabang olahraga yang dipertandingkan.
Pada Perprov DKI Jakarta 2026, terdapat lima cabang olahraga yang dipertandingkan dengan total 20 nomor pertandingan.

Kelima cabang olahraga tersebut meliputi bola basket, bola voli, bulu tangkis, sepak bola, dan sepak takraw.
Pelaksanaan Perprov diharapkan tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan atlet pelajar di seluruh wilayah Jakarta.

Melalui kompetisi tersebut, pemerintah bersama KONI dan stakeholder olahraga lainnya dapat mengidentifikasi atlet-atlet potensial yang selanjutnya diproyeksikan masuk dalam program pembinaan berkelanjutan.

Dengan demikian, Perprov DKI Jakarta 2026 diharapkan menjadi salah satu fondasi regenerasi atlet Jakarta untuk menghadapi berbagai kompetisi pada masa mendatang, khususnya PON 2028, sekaligus membuka peluang bagi para atlet muda untuk berkembang hingga ke pentas SEA Games, Asian Games, bahkan kompetisi olahraga tingkat dunia.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *