Penarikan Diri AS dari WHO Dinilai Berdampak Langsung Pada Keamanan dan Kesehatan Dunia

Berita224 Dilihat

DetikSR.id Jenewa, Sesalkan keluarnya AS, WHO sebut dunia menjadi kurang aman. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyatakan penyesalan mendalam atas keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menarik diri dari keanggotaan badan kesehatan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut.

WHO menilai langkah itu tidak hanya merugikan Amerika Serikat, tetapi juga berdampak langsung terhadap keamanan kesehatan global.

Seperti dilaporkan kantor berita RIA Novosti pada Ahad (25/01/2026), WHO dalam pernyataan resminya menyebut bahwa keputusan AS keluar dari organisasi itu “membuat Amerika Serikat dan dunia menjadi kurang aman.” Pernyataan tersebut menegaskan kekhawatiran WHO terhadap melemahnya kerja sama internasional di bidang kesehatan di tengah berbagai ancaman global, mulai dari pandemi hingga krisis kemanusiaan.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, secara terbuka mengkritik alasan yang disampaikan pemerintah Amerika Serikat terkait penarikan diri tersebut. Melalui pernyataan di platform media sosial X pada Sabtu (24/01), Tedros menegaskan bahwa dasar pertimbangan AS untuk keluar dari WHO tidak sesuai dengan fakta.

“Keputusan ini akan membuat Amerika Serikat dan dunia menjadi kurang aman,” tulis Tedros. Ia menekankan bahwa WHO memiliki peran sentral dalam koordinasi respons global terhadap wabah penyakit, penguatan sistem kesehatan, serta penyediaan bantuan teknis bagi negara-negara anggota.

Amerika Serikat sendiri sebelumnya mengumumkan rencana penarikan diri dari WHO sekitar satu tahun lalu. Namun hingga kini, negara tersebut masih tercatat memiliki tunggakan iuran keanggotaan yang belum dilunasi.

Hal ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat pers WHO.
“Hingga saat ini, Amerika Serikat belum membayar jumlah tagihan kontribusi yang diperhitungkan untuk periode dua tahun 2024–2025,” ujar pejabat pers WHO dalam surel kepada kantor berita Xinhua pada Rabu (21/01).

Berdasarkan laporan terbaru National Public Radio (NPR), organisasi media yang berbasis di Amerika Serikat, total tunggakan iuran AS kepada WHO diperkirakan mencapai sekitar 278 juta dolar AS. Dengan nilai tukar saat ini, jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp4,7 triliun (1 dolar AS = Rp16.902).

Angka ini menjadikan AS sebagai salah satu penyumbang tunggakan terbesar dalam struktur pendanaan WHO.
Pejabat WHO tersebut juga menambahkan bahwa proses penarikan resmi Amerika Serikat akan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan Dewan Eksekutif WHO yang akan datang.

Sekretariat WHO, lanjutnya, akan bertindak sesuai dengan saran dan arahan dari badan-badan pengatur organisasi tersebut.
Secara resmi, langkah penarikan diri AS dimulai pada 20 Januari 2025, ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mengakhiri keanggotaan negaranya di WHO.
Dua hari setelahnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa menerima pemberitahuan resmi terkait keputusan tersebut.

WHO berharap Amerika Serikat dapat mempertimbangkan kembali keputusannya dan kembali berpartisipasi secara aktif dalam upaya kesehatan global. Menurut WHO, tantangan kesehatan dunia tidak dapat diatasi secara sepihak, melainkan membutuhkan solidaritas, kolaborasi, dan komitmen bersama dari seluruh negara.

Keputusan AS ini pun memicu berbagai reaksi dari komunitas internasional, yang menilai bahwa mundurnya salah satu negara dengan sistem kesehatan dan kapasitas riset terbesar di dunia berpotensi melemahkan upaya kolektif dalam menghadapi krisis kesehatan di masa depan.

Red-Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *