Syiar Syair Resmi Aktif Kembali, Panggung Apung Holopis Kuntul Baris Jadi Ruang Persatuan Seni dan Budaya di Danau Sunter

Berita264 Dilihat

DetikSR.id Jakarta Utara, 2 Juni 2026 – Komunitas seni dan budaya Syiar Syair resmi mengaktifkan kembali kegiatan rutinnya melalui acara Launching Panggung Apung Holopis Kuntul Baris yang dirangkaikan dengan tasyakuran dan pemotongan tumpeng di kawasan Danau Sunter, Jakarta Utara, Senin (2/6).

Syiar Syair merupakan wadah berkarya bersama yang menghimpun berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelaku seni budaya, cendekiawan, ulama, hingga komunitas literasi. Melalui berbagai medium seperti tari, pencak silat, musik, debus, syair, puisi, teater, dan literasi, komunitas ini berupaya menyampaikan aspirasi serta pesan-pesan kebangsaan, keagamaan, dan kemanusiaan kepada masyarakat luas.

Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua Syiar Syair, Iwenk MJC, berlangsung meriah dengan beragam pertunjukan seni budaya. Penampilan tersebut di antaranya berasal dari Pencak Silat Setio Budhi, Debus Banser Tanjung Priok, pelukis Dirin dari Jakarta Art Club, musisi jalanan Danau Sunter seperti Vicky dan Udin, serta pertunjukan musik dari komunitas Syiar Syair.

Sejumlah tokoh agama, budaya, dan masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Tokoh Ulama Dari Pasar Minggu yang juga ulama Nasional KH Nurullah Rasyid yang menyampaikan ceramah agama, Galuh Ibrahim, Ketua DKM Masjid Maulana Yusuf H. Irianto, Gus Hidayat, Ustadz Abdul Jalil, serta Bang Pungki.

Dalam sambutannya, Iwenk MJC yang juga bagian dari Keluarga besar Lesbumi PWNU Jakarta menegaskan bahwa Panggung Apung Holopis Kuntul Baris merupakan panggung terbuka bagi seluruh kalangan masyarakat.

“Panggung Apung Holopis Kuntul Baris adalah panggung untuk semua, dari semua dan untuk semua. Filosofi Holopis Kuntul Baris dimaknai sebagai persatuan, kebersamaan, dan gotong royong. Karena itu, panggung ini adalah panggung persatuan, kebersamaan, dan gotong royong,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan Syiar Syair dapat terus berjalan secara rutin setiap pekan, khususnya pada malam Sabtu. Namun demikian, pelaksanaan kegiatan akan menyesuaikan dengan dukungan dan ketersediaan dana operasional.

Menurutnya, yang terpenting adalah keberadaan wadah Syiar Syair tetap terjaga dan terus aktif sebagai ruang kolaborasi dan ekspresi bagi para pelaku seni budaya.

Iwenk MJC yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Lesbumi PWNU Jakarta menjelaskan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak, antara lain Jamaah Manaqib Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, keluarga besar NU Jakarta Utara, DKM Masjid Maulana Yusuf, pengelola Danau Sunter, Pondok Budaya Rorotan Jakarta Utara, serta Media Budayantara.

Melalui kegiatan rutin Syiar Syair, para penggagas berharap lahir generasi pelaku seni budaya yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu menghadirkan karya-karya yang mengandung nilai edukasi, moral, dan kebangsaan.

“Semoga rutinan Syiar Syair dapat memberikan warna positif bagi agama, bangsa, dan negara, khususnya bagi masyarakat sekitar Danau Sunter. Kami berharap dari panggung ini lahir karya-karya yang menjadi inspirasi dan memberikan tuntunan bagi masyarakat,” kata Iwenk.

Menutup acara, keluarga besar Syiar Syair menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Mereka berharap kehadiran Panggung Apung Holopis Kuntul Baris dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia dalam membangun semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong melalui seni dan budaya.(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *